| Teknologi gadget
Perjalanan 2011 masih sampai pertengaham, banyak vendor masih termegap-megap atas laporan penjualan sampai kuartal dua. Maklum penjualan perangkat ponsel pada kuartal satu tak memberi nilai biru pada semua vendor.

Tapi lain cerita dengan produk ponsel Samsung. Budi Janto, Direktur Marketing Samsung Electronics Indonesia, Rabu (6 Juli) tersenyum ketika mendapat laporan bahwa Senin (4 Juli), produk Samsung Galaxy S II sudah terjual tiga juta unit di seluruh dunia. Ponsel ini memang telah dijual ke publik beberapa minggu silam dan mendapat respon tinggi. Harganya bervariasi dari 500 dollar sampai 750 dollar.

"Di luar bahkan ada yang dijual seharga delapan juta rupiah," tambah Eka Anwar, Head of Marketing HHP Business Samsung Electronics Indonesia (SEIN).

Itu baru satu hal. Di Indonesia, rapor Samsung memang menanjak. Ponsel Androidnya terlaku di pasaran. Menembus pembagian pasar sampai 60 persen. Plus, ponsel Samsung secara keseluruhan berhasil menduduki persentase tertinggi. "Ini menurut riset GfK," ujar Budi Janto.

Sabtu (2 Juli) silam, histori baru dicetak. Penjualan Samsung Galaxy Tab 10.1 di mal bergengsi di kawasan paling mahal di Jakarta membuahkan cerita sebuah antrean panjang nan jarang.

Melanjutkan success story itulah, Samsung memberanikan diri segera melepas seri Galaxy S II. Sekadar tahu saja, ini adalah perangkat ponsel, bukan tablet. Setahun silam, ketika Galaxy S (sang pionir ponsel Android segmen high end) dirilis, respon awam luar biasa. Bahkan SEIN sempat kekurangan stok. Seri ini berkategori smartphone.

Maka varian berikutnya mendapat julukan super smartphone. Ada tiga super yang diusung. Super jernih layarnya. Sebab, memakai crystal-clear pada layar berukuran 4,3 inci. Layar Super AMOLED yang dipakai mampu mengurangi pemborosan tenaga. teknologi RealStripe disiapkan pula dalam rangka meningkatkan sub-pixel. Maka hasilnya akan terbukti ketika memutar video high definition.

Lantas super tipis. Maklum hanya setebal 8,5 mm. Menurut Fabiant Kayatmo, Senior Product Manager SEIN, ia yakin ponsel ini adalah yang tertipis di dunia. Terakhir, super cepat. Ini berkat dukungan prosesor jenis dual core (berkecepatan komputasi 1,2 GHz) untuk meningkatkan kinerja ponsel dan koneksi 4G (HSPA+21) untuk menjaga konektivitas jaringan. Juga koneksi nirkabel jarak dekat, Bluetooth yang memakai versi terbaru (3.0).

Sebagai produk premium, ponsel pemakai OS Android Gingerbread ini menawarkan empat hub yang dikembangkan Samsung untuk mengemas dan meningkatkan fungsi social networking, readers, game, dan musik. Social Hub misalnya mengintegrasikan antara fungsi IM, jejaring sosial, email, SMS, dll. Readers Hub mengajak Anda bertandang ke perpustakaan digital. Samsung telah menyiapkan tak kurang dari 2,2 juta judul buku, 2.000 koran, dan 2.300 majalah. Sementara Game Hub menawarkan aneka ragam game unduhan serta menjajal social network game (SNG). Tentu dengan evolusi teknologi grafis 3-axis gyroscopic. Selanjutnya Music Hub menjadi tempat sendiri bagi 12 juta lagu yang disiapkan oleh partnership bernama 7digital dan menjadikan Galaxy S II sebagai gudang musik.

Pihak SEIN belum memastikan harga seri ini. Namun, Budi Janto menyebut angka tidak lebih dari Rp 6 juta perak. Akan kah varian ini membuat kisah sama seperti pendahulunya, Samsung Galaxy S yang mencapai 10 juta unit di seluruh dunia? Atau malah lebih?

Untuk mendapatkan gambaran seperti apa up grade seri Galaxy S ke Galaxy S II, silakan simak tabel berikut;

Tabel Perbandingan Samsung Galaxy S dan Samsung Galaxy S II.

SAMSUNG GALAXY S (seri I9000)
SAMSUNG GALAXY S II (seri I9100)
Dimensi
122,4 x 64,2 x 9,9 mm, 119 gram
125,3 x 66,1 x 8,5 mm, 116 gram
Layar
Super AMOLED (4 inci)
Super AMOLED Plus (4,3 inci)
User Interface
TouchWIX 3.0
TouchWIZ 4.0
OS
Android (Éclair – upgradeable)
Android (Gingerbread)
Prosesor
ARM Cortex A8 (1 GHz)
ARM Cortex A9 dual core (1,2 GHz)
Kamera
5 MP dan VGA
8 MP dan 2 MP
USB on the Go
Tidak
Ya
Baterai
1.500 mAH
1.650 mAH
Memori
8 GB atau 16 GB, 512 MB RAM
16 GB atau 32 GB, 1 GB RAM

Setelah Terjual Tiga Juta Unit

Perusahaan Jepang JVC segera merilis perangkat pendamping untuk iPhone, iPod, dan iPad Anda agar Anda bisa mendengarkan musik lebih jernih.

Sistem audio UX-VJ3 dan UX-VJ5 sejauh ini dirilis hanya di Jepang. Sistem audio ini memiliki pengeras suara dan membutuhkan daya listrik 15 watt. Anda bisa memilih warna yang disukai.

JVC berencana merilis model UX-VJ5 akhir bulan Juli 2011, sementara model UX-VJ3 dijadwalkan dirilis awal Agustus 2011. Belum jelas kapan perangkat audio ini dirilis di Amerika dan Eropa.

JVC Luncurkan Sistem Audio untuk iPhone, iPod, IPad

Jam tangan digital baru Vea Sportive yang satu ini mengombinasikan hampir semua alat elektronik ke satu perangkat.

Jam tangan yang memiliki layar sentuh 1,5 inci ini bisa Anda gunakan untuk melakukan panggilan telepon, mendengarkan musik dari MP3, dan juga mengambil foto. Arloji canggih ini juga dilengkapi fasilitas Bluetooth dan memori berkapasitas 8 GB untuk menyimpan lagu-lagu kesukaan Anda.

Jika terjadi sesuatu saat jogging, Anda bisa menekan tombol built-in yang mengirimkan lokasi Anda ke nomor telepon darurat.

Jam tangan ini dijadwalkan dirilis pada 14 Juli 2011. Menurut situs pembuatnya, arloji ini dijual dengan harga khusus 578 dollar AS bagi yang mereka yang berkontribusi terhadap proyek ini. Pembeli lain yang tertarik membeli terpaksa menunggu sampai September 2011 dengan harga 722 dollar AS. Perusahaan pembuat jam tangan ini tidak merinci secara detail, di negara mana arloji dengan teknologi canggih itu akan dirilis.
kompas[at]dot[com]

Menelepon, Mendengar Musik, Berlari dengan Jam Tangan Vea

Tablet LeapPad Explorer yang diproduksi oleh LeapFrog Hops. Tablet ini memang dirancang untuk mensukseskan pendidikan bagi anak-anak. Dengan panjang diagonal 5 inci, tablet tersebut memiliki layar sentuh dengan dan rasio aspek 16:9 dan resolusi 480 x 272 pixel. Dan karena hanya diperuntukkan bagi anak-anak, kabarnya tablet ini hanya didukung oleh keberadaan processor 400MHz saja.

Selain sebagai sarana penunjang pendidikan, tablet ini juga bisa dipergunakan sebagai perangkat hiburan, berkat accelerometer, built-in kamera, mikrofon dan bahkan stylus (untuk menggambar dan semacamnya). Ditambah dengan bentuknya yang kekar dan agak bulat serta perpaduan warna yang memikat tentunya sangat cocok bila dipergunakan oleh Anak-anak.

“Kami ingin LeapPad bisa menawarkan kemampuan kepada anak-anak untuk menciptakan pengalaman mereka pribadi melalui konten yang secara otomatis bisa menyesuaikan ke tingkat keterampilan mereka”, kata Craig Hendrickson, wakil presiden senior dan pimpinan produk di Leapfrog.

“Aplikasi LeapPad menginspirasi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas batin mereka. Apakah itu mencoret-coret foto yang dijambil dengan kamera built-in, menciptakan sebuah cerita tentang diri mereka sendiri di Story Studio, atau membawa karakter favorit mereka agar bisa hidup dengan Animation Studio, dan pokoknya memang benar-benar diperuntukkan bagi anak-anak”.

Mengenai ketersediaannya sendiri, tablet LeapPad Explorer ini kini telah dipasarkan di luar negeri dengan bandrol per unitnya seharga 100 USD atau setara dengan 860 ribuan rupiah.

Tablet LeapPad Explorer buat Anak anak

HTC Corp yang kini tercatat sebagai produsen smartphone terbesar kedua di Asia, mencatat penjualan hingga 4,3 miliar dollar AS pada kuartal II tahun ini. Nilai penjualan itu naik 87,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Winston Yung, Chief Financial Officer (CFO) HTC mengatakan, penjualan itu diperoleh dari 11 juta unit produk handset yang telah berhasil dikapalkan. Laporan itu mendorong saham HTC langsung naik 4 persen pada penjualan saham, Senin (4/7/2011). Kenaikan itu di luar perkiraan para pengamat pasar. Sebab saham produsen ponsel pintar asal Taiwan itu telah turun 19 persen sejak 7 Juni 2011.

Bonnie Chang, Analis Yuanta Securities mengatakan, koreksi yang terjadi pada saham HTC terjadi karena rumor penurunan penjualan bulan Juni. "Laporan penjualan yang meningkat menghapus rumor tersebut," ujarnya.

Namun Chang tidak mengharapkan adanya rebound signifikan bagi HTC. Sebab, ia pesimistis nilai penjualan HTC akan tetap tinggi pada bulan-bulan yang akan datang.

HTC saat ini merupakan salah satu partner utama Google yang memproduksi smartphone berbasis Android. Bahkan, smartphone pertama Google Nexus One diproduksi HTC. Perusahaan Taiwan itu juga sebelumnya partner penting Microsoft untuk memproduksi smartphone berbasis Windows Phone.

Kuartal II, Penjualan HTC Naik 87,8 Persen

Pengguna ponsel dengan sistem operasi Android boleh bergembira. Aplikasi "video chat" Skype for Android versi terbaru memungkinkan pengguna melakukan panggilan gratis video chat one-to-one antarponsel dan antarkontak Skype.

Fitur terbaru aplikasi "Skype for Android" meliputi navigasi kontak yang mudah dan kotak pesan mood di atas aplikasi ini sehingga memudahkan membuat status.

Semua pengguna ponsel Android sebenarnya dapat menggunakan Skype, minus fitur video, sejak Oktober 2010 lalu. Dan sejak pertengahan tahun 2011 ini, pengguna ponsel Android bisa memanfaatkan video chat Skype secara gratis.

Saat ini, hanya ponsel Android tertentu yang mendukung aplikasi terbaru ini yaitu HTC Desire S, Sony Ericsson Xperia Neo, Sony Ericsson Xperia Pro dan Google Nexus S.

Namun kemungkinan untuk bisa melakukan panggilan video non-Skype antarponsel Android melalui aplikasi Google Talk dan Oovoo, masih lama bisa terjadi.

Sedangkan pemilik perangkat dengan sistem operasi iOS seperti iPhone dan iPad dapat melakukan panggilan video melalui Skype sejak akhir tahun 2010 lalu

Skype Sediakan "Video Chat" Gratis di Ponsel Android

Mempunyai smartphone idaman kini bisa didapatkan berkat kehadiran sistem operasi Android. Ya, OS berbasis open source ini membuat hampir semua perangkat dengan berbagai harga bisa disematkan dengan OS, dan berlabel 'Smartphone'.

Namun, terkadang kendalanya adalah smartphone berbeda dengan ponsel fitur yang semarak dengan beragam aplikasi. Sehingga kebutuhan ponsel pun tak sekedar lagi menjadi untuk berkomunikasi saja dengan panggilan atau sms.

Banyaknya aplikasi yang hilir masuk ke perangkat genggam Android ini, terkadang membuat ponsel ini menjadi mudah lemah. Pemakaian daya yang berlebihan dan 'mubazir' menjadikan baterai handset Android cepat habis.

Berikut tips sederhana agar baterai Anda dapat bertahan lama, yang ac-cell.blogspot.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Matikan aplikasi yang tidak digunakan lagi.
Ponsel ini memang mempunyai fungsi multitasking, sehingga pengguna dapat menjalankan satu aplikasi ke aplikasi lainnya tanpa harus mematikan aplikasi sebelumnya. Di satu sisi memang bagus, namun jeleknya aplikasi yang masih berjalan ini juga memakan energi, meski tidak digunakan.

Untuk melakukan ini, pengguna bisa melakukannya secara manual dengan mematikannya satu-satu. Namun, Anda juga bisa menggunakan aplikasi seperti 'Advanced Task Killer' untuk mematikan, atau menyortir aplikasi mana yang ingin 'dibunuh'.

Selain itu, ada aplikasi lain bernama 'Battery dry to Save Battery'. Aplikasi ini jauh lebih komplit, karena juga memberikan informasi tambahan aplikasi mana saja yang memakan energi besar.

2. Mengurangi kecerahan layar
Anda tidak perlu resolusi pencahayaan yang besar saat siang atau berada di luar ruangan. Jadi, layar di perangkat Anda bisa dikurangi untuk menghemat baterai.

Caranya cukup mudah, masuk ke menu 'setting', lalu pilih 'display, setelah itu pengguna bisa mengatur kontras warna dan rasio kecerahaan.

3. Matikan live wallpaper
Ponsel Android memang sangat keren bila muncul dengan walpaper yang bisa bergerak-gerak. Akan tetapi, sayangnya ini cukup menguras tenaga bagi baterai handsetnya. Ada baiknya Anda cukup mengganti walpaper biasa, untuk mengemat baterai.

4. Mobile network
Komputer dalam genggaman memang disematkan untuk ponsel Android ini, karena kemampuannya untuk menjelajah dunia maya sangat mengagumkan. Tapi bila Anda sedang tidak dalam keadaan online, ada baiknya memang jaringan mobile dimatikan untuk menghemat kondisi.

Caranya, masuk ke menu setting, lalu pilih Wireless and network, setelah itu baru pilih mobile network, kemudian pilih fungsi 'off'.

*Tips ini digunakan di Android versi 2.2 keatas.

Tips Menghemat Baterai di Ponsel Android

PT. Samsung Elektronics Indonesia tidak menyangka antusiasme masyarakat sangat tinggi pada penjualan perdana Samsung Galaxy Tab 10.1 di Pacific Place, Jakarta, Sabtu (2/7/2011). Samsung memang menyediakan 1.200 nomor antrean, namun tidak menyangka penjualan tablet terbaru Samsung ini akan habis bahkan dalam waktu singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, nomor antean penjualan 1.200 habis hanya dalam waktu dua jam sejak dibuka. Antusiasme konsumen juga ditunjukkan dengan tetap bersedia mengantre meskipun nomor antrean terakhir telah habis pada pukul 10.00 WIB.

"Kami sangat berterima kasih kepada konsumen Indonesia atas kepercayaan dan antusiasme-nya saat penjualan perdana. Sekaligus juga, kami mohon maaf jika ada ketidaknyamanan layanan kami saat mengantri," ujar Eka Anwar, Head of Marketing Communications PT Samsung Electronics Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (3/7/2011).

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada hari Sabtu lalu, konsumen masih padat mengantre meski waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Padahal, antrean sudah dimulai sejak Jumat malam (1/7/2011) pukul 21.00 WIB. Hal ini disebabkan karena selain diskon pasti sebesar Rp 1 juta yang hanya diberikan pada hari Sabtu, untuk 200 pembeli pertama akan mendapat tambahan diskon Rp 200 ribu. Tak heran jika ada yang rela menginap di luar mal untuk menjadi 200 pembeli pertama.

Tambahan diskon Rp 300 ribu juga diberikan untuk pengguna kartu kredit BCA dengan cicilan 0 persen. Dan untuk semua pembeli pada hari Sabtu lalu, akan mendapatkan paket unlimited Telkomsel Flash selama satu tahun.

Galaxy Tab 10.1 merupakan tablet kedua Samsung yang berlayar 10,1 inci, hanya setebal 8,6 mm, dan memiliki berat 595 gram. Galaxy Tab terbaru dapat mendukung jaringan HSPA+ dengan kecepatan hingga 21Mbps serta Bluetooth dan konektifitas Wi-Fi 802.11a/b/g. Selain itu, GALAXY Tab 10.1 memiliki aplikasi prosesor 1 GHz dual core untuk multimedia dan pengalaman browsing yang terbaik. Galaxy Tab 10.1 sudah termasuk di dalamnya Readers Hub yang memberikan konsumen akses instan ke lebih dari 2,2 juta buku, 2.000 koran (49 bahasa), 2.300 majalah (22 bahasa). Dengan fitur kamera belakang 3 megapixel kamera depan 2 megapixel, dan pemutaran video 1080p HD untuk mendukung kebutuhan entertainment pengguna.

Mulai hari ini, Samsung Galaxy Tab 10.1 sudah tersedia di semua gerai Samsung Electronic di mal-mal dan toko eletronik dengan harga normal Rp 6 juta, tanpa paket unlimited Telkomsel. Pihak Samsung belum bisa memberi kepastian apakah kerja sama tersebut akan dilanjutkan di luar acara launching dan penjualan perdana.

Antusiasme Publik di Luar Prediksi Samsung

TouchPad, tablet keluaran Hewlett-Packard (HP) dengan sistem operasi webOS, masuk ke pasar Amerika Serikat, Jumat 1 Juli. Tablet 9,7 inci dual-core ini sepintas mirip iPad 1, namun spesifikasinya lebih dekat dengan iPad 2, Galaxy Tab 10.1 atau Motorola Xoom.

Perbedaan paling mendasar pada sistem operasi yang digunakan TouchPad yaitu webOS. Permata yang didapat HP setelah mengakusisi Palm adalah mendapatkan sistem operasi webOS. Dan webOS sangat ramah saat digunakan di tablet mobile. TouchPad yang dirilis awal bulan ini menggunakan webOS.

Wartawan dan blogger yang memiliki kesempatan mengutak-atik TouchPad, memuji webOS. Kualitas perangkat lunak yang asli dan fitur-fiturnya mirip video chat yang built-in yang dikembangkan Skype.

Harga jualnya sama dengan harga jual iPad2 yaitu 499 dollar AS untuk model 16 GB dengan WiFi dan 599 dollar AS untuk model 32 GB.

HP bukan satu-satunya pembuat tablet yang berjuang untuk dapat bersaing dengan Apple dari segi harga, pembuat tablet Android seperti Samsung, HTC, Motorola, Asus, dan Toshiba yang memproduksi beragam produk tablet, juga bersaing dengan harga iPad.

Sebagai besar ulasan menyebutkan HP yang memiliki gagasan besar, jika diberi waktu yang cukup dan dukungan pengembang, akan mampu berkembang menjadi sesuatu yang indah.

Tablet Android masih butuh waktu untuk membuktikan diri. Sementara RIM gagal menepati janji dalam hal produk tablet Playbook. Ini berarti, meski terlambat masuk, HP bisa menempatkan posisi dalam pertarungan tablet ini.

TouchPad HP Bukan Pembunuh iPad?